Sejarah Macan Kemayoran

Persija macan kemayoran - Home | Facebook

Sudah sejak lama kalau Persija itu dijuluki dengan nama Macan Kemayoran, dan sampai sekarang pun masih demikian. Akan tetapi kami rasa tidak banyak orang yang tahu sebenarnya alasan mengapa tim Persija itu diberi nama demikian. Ini adalah satu julukan yang sudah lama melekat sebenarnya, namun memang tidak banyak orang yang memahami sebenarnya sejarah mengapa nama itu disematkan. Dan pada kesempatan ini kami akan jelaskan beberapa sejarah asal muasal dari nama tersebut disematkan di tim Persija.

Cerita Rakyat Yang Beredar

Sebenarnya nama dari macan itu bisa disematkan ke dalam tim Persija itu tidak lain karena adanya cerita rakyat di daerah Jakarta. Bila ditelusuri lebih lanjut memang, akan tetapi ada dua versi cerita yang menunjukkan mengapa Persija diberi nama julukan macan kemayoran. Versi yang pertama dari penyebutan nama macan ini muncul dari sebuah kisah pemuda di Batavia yang memiliki nama Murtado. Ini adalah versi cerita yang paling populer dibandingkan versi cerita yang lainnya atas penamaan tim Persija ini.

Pada cerita rakyat yang tertuang pada buku “cerita rakyat dari Sabang sampai Merauke” dikisahkan ada seorang pemuda berani di zaman kolonial. Buku ini diterbitkan oleh pustaka Widyatama dan menjadi sumber yang bisa kita baca untuk mengetahui kisah pemuda bernama Murtado ini. Dikisahkan kalau pemuda yang memiliki nama Murtado ini bisa dibilang jago bela diri dan merupakan sosok yang pemberani. Bila ada kejahatan di kampungnya yang bernama Kemayoran, biasanya Murtado ini akan muncul.

Jadi bisa dibilang kalau Murtado ini menjadi pelindung bagi kampung Kemayoran tersebut, karena bisa menghadapi para penjahat. Dan membuat kampung Kemayoran tersebut jadi lebih aman karena tidak ada yang berani melakukan kejahatan selama ada Murtado tersebut. Dan karena keberanian dan kemampuannya dalam bela diri yang tinggi, kemudian Murtado tadi akhirnya dijuluki sebagai macan kemayoran dari kampung Kemayoran. Dan julukan itu kemudian diberikan kepada tim Persija dengan harapan bisa menjadi kebanggaan juga bagi Jakarta.

Keberadaan Macan Di Jakarta

Memang cerita rakyat yang diperkirakan sebagai alasan penamaan julukan dari Persija itu adalah satu kisah yang menarik. Akan tetapi memang berdasarkan cerita yang beredar dan dokumen dari Belanda, sempat ada macan yang berkeliaran di Batavia. Dan akhirnya muncul pertanyaan yang sangat menarik para peneliti yakni adalah apakah memang benar kalau ada macan yang sempat berkeliaran di Jakarta. Dan mungkinkah memang macan itu yang menjadi alasan julukan untuk tim sepak bola Persija itu sampai sekarang ini.

Nampaknya isu yang beredar kalau di zaman dahulu ada macan yang berkeliaran di Batavia itu memang sebuah kebenaran. Batavia yang merupakan nama sebelum Jakarta itu sempat dihebohkan dengan berita yang sangat menggemparkan di tahun 1882. Bahwa pada tahun 1882 sempat ada laporan mengenai macan yang berkeliaran di hutan yang ada di seputar Batavia tersebut. Selain itu juga surat kabar Java-Bode itu pun melaporkan keberadaan macan, namun bukan di Kemayoran tapi di Tanjung Priok.

Pada saat itu ada pemburu binatang buas Simons yang merupakan aparat Belanda yang kemudian memburu binatang macan tersebut. Kemudian surat kaba Java-Bode pun kembali menuliskan kisah perburuan macan yang dilakukan oleh Simons tersebut. Dan akhirnya memang macan itu pun tertangkap oleh Simons dan berhasil menembak macan yang sangat meresahkan itu.

Kumpulan Berita Bola Terkini

Buffon Kena Sanksi Denda Gegara Maki-maki Rekan Setim

Memang di masa pandemi ini Liga sepakbola Indonesia mengalami ke vakuman dan belum jelas kapan akan dimulai lagi. Namun, tidak berlaku dengan di negara-negara lainnya yang liga sepakbolanya tetap berjalan walaupun dengan ketentuan protokol kesehatan, seperti tanpa penonton. Nah, bagi anda yang ingin mengetahui sepakbola dunia, berikut kumpulan berita bola dunia terkini :

  • Buffon kena Sanksi Denda Karena Memaki Rekan Setim

Penjaga gawang senior Gianluigi Buffon dijatuhi sanksi denda oleh Federasi Sepakbola Italia (FIGC). Hukuman ini diberikan atas makian kiper Juventus ini kepada rekan setimnya. 

Dimana, Buffon kedapatan memaki pemain muda Juventus, Manolo Portanova, saat Juventus menjamu Parma di Allianz pada 19 Desember 2020. Kiper 43 tahun ini memberikan instruksi dengan ucapan yang cukup kasar pada menit ke-80. 

Porco Dio,” kata Buffon kepada Manolo. 

Kata ‘porco Dio’ sendiri jika diterjemahkan ke bahasa Inggris artinya ‘God is a Pig’. Ucapan Buffon tersebut masuk ke dalam kategori pelecehan, berdasarkan undang-undang yang sudah diatur sejak 2010. 

Untuk merespon hal tersebut, FIGC mengadakan penyelidikan terbuka terkait Buffon. Dan pengadilan pun memutuskan menjatuhkan sanksi kepada kiper kawakan tersebut. 

  • Pendapatan Cristiano Ronaldo di Instagram : Rp 17 M Sekali Posting

Siapa yang tidak kenal dengan Cristiano Ronaldo? Sang supersetar sepakbola yang berseragam Juventus ini merupakan orang yang paling banyak followers-nya di Instagram. Jumlah followers di Instagramnya, @cristiano mencapai angka 263 juta. 

CR7 cukup aktif di Instagram, dimana ia suka mem-posting tentang kehidupan di lapangan sepakbola dan momen bersama keluarga tercinta. 

Selain itu, ia juga menggunakan Instagramnya sebagai salah satu ladang bisnisnya. Lewat iklan di Instagramnya, ia mendapatkan pundi-pundi uang yang sangat melimpah. Dengan ratusan juta followernya, sedikitnya harga satu posting-an iklan di Instagram Cristiano Ronaldo mencapai angka 900 ribu pound atau setara Rp 17 miliar. 

Jumlah uang yang didapatkan Ronadlo dari satu posting-an di Instagram jauh lebih besar dibandingkan gajinya sepekan di Juventus yang hanya sebesar Rp 9,6 miliar saja. 

  • Arsene Wenger : Thiago adalah Sebuah Kesalahan Liverpool

Eks manajer Liverpool, Arsene Wenger, memberikan pendapatnya tentang performa Thiago Alcantara di Liverpool. Ia menyebutnya sebagai suatu kesalahan The Reds sendiri. 

Performa Thiago begitu mempesona di musim lalu. Yang mana, Thiago menjadi bagian penting bagi Bayern Munich untuk menyabet berbagai gelar di level domestik dan mampu menjuarai Liga Champions. 

Kemudian Liverpool tertarik untuk merekrut pemain asal Spanyol tersebut. Pada musim kematin, Liverpool membelinya seharga 22 juta euro atau setara Rp 373 miliar. Namun, sayangnya hingga saat ini performa Thiago masih jauh dari yang diharapkan. Jika Thiago bermain, jsutru The Reds sering kalah. 

Tercatat Liverpool hanya meraih dua kemengan, dua kali seri, dan lima kekalahan dalam sembilan pertandingan saat Thiago Alcantara bermain paling tidak selama 60 menit di atas lapangan. Bahkan, presentase kemenangan The Reds kalau Thiago main hanya 22% saja. 

Menanggapai hal tersebut, eks manajer Arsenal, Arsene Wenger memberikan pendapatnya tentang Thiago. Ia menyebut bahwa Thiago memang merupakan pemain hebat namun rasanya tidak cocok dengan permainan Liverpool. 

“Liverpool sangat lapar dan agresif di lini tengah. Ketika anda adalah manajernya, anda ingin membuat tim lebih baik lalu merekrut pemain teknis,” ujar Wenger.

Informasi Terhangat Timnas U-19

Eks Asisten Pelatih Timnas U-19 Gabung PSS Sleman

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa atmosfer sepakbola di Indonesia begitu menggairahkan. Hal itu pun bisa kita lihat, dimana pada setiap pertandingan sepakbola profesional atau yang amatir selalu dipadati oleh para supporter. Bahkan, atmosfer sepakbola di Indonesia juga tidak kalah meriahnya dengan sepakbola Eropa lho. Nah, untuk mempersingkat waktu, mending kita langsung saja ke pembahasan intinya mengenai informasi terbaru seputar Timnas U-19. Maka dari itu, simaklah baik-baik berita bola terlengkap di bawah ini. 

Timnas U-19 Akan Menjajal Kekuatan Tim-tim Terbaik Korea Selatan

Dilansir dari bolanusantara.com, Shin Tae-Yong selaku pelatih Timnas U-19 akan menjalani uji coba melawan tim-tim terbaik yang ada di Korea Selatan. Pada sebelumnya, pelatih asal Korea Selatan ini memang berencana untuk memboyong anak asuhnya ke Negeri Ginseng guna menjalani pemusatan latihan (TC). Timnas U-19 Indonesia akan disiapkan secara matang, untuk menghadapi Piala Asia U-19 2020 di Uzbekistan dan Piala Dunia U-10 2021 mendatang. 

Dilain pihak, Iwan Bule selaku Ketum PSSI menyebutkan alasan Shin Tae-Yong membawa timnas U-19 ke Korea Selatan. Jika hanya berlatih di Indonesia, Shin Tae-Yong menganggap bahwa anak asuhnya tidak akan berkembang lebih jauh lagi karena minim lawan tangguh. Jika ingin mendatangkan lawan dari luar, hal itu pun akan cukup sulit dilakukan di tengah pandemic seperti ini. 

Korea Selatan menjadi alternaif yang terbaik, karena pandemi di sana sudah terkontrol sehingga para pemainnya akan lebih merasa aman. Tak hanya itu, timnas U-19 juga mendapat kesempatan untuk menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih tangguh dari sebelumnya. Terlebih K-League atau liga sepakbola di Korea Selatan sudah berjalan. 

“Shin menyampaikan ada empat sampai lima lawan yang bisa dihadapi oleh timnas. Jadi, bukan hanya bertanding, melainkan juga atmosfer pertandingan untuk mengincar kemenganan,” ujar Iwan Bule. Ketum PSSI ini berharap agar timnas senior juga ikut disertakan bersama timnas U-19 ke Korea Selatan.  

Kendati timnas senior hanya bersaing di laga sisa kualifikasi Piala Dunia 2022 yang memang sudah tidak ada peluang lagi untuk lolos ke babak selanjutnya.