Yuk Berinvestasi Untuk Akhirat, Dengan Beramal Demi Kemanusiaan

Dalam menjalankan bisnis, setiap pengusaha senantiasa mengharapkan penghasilan dan profit. Namun, sebanyak apapun penghasilan yang kita dapatkan, seringkali hal tersebut tidak membuat kita merasa cukup. Mungkin ada hal yang terlewat dari alokasi dana yang selama ini kita terapkan. Apakah kita telah meletakkan sedekah dalam alokasi penggunaan dana kita selama ini?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sedekah merupakan investasi yang tak pernah rugi. Kita mengetahui bahwa sahabat Nabi SAW. seperti Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, ataupun Zubayr bin Awwam yang merupakan sahabat nabi terkaya bersedekah dengan hartanya dalam jumlah yang sangat banyak. Meskipun begitu, harta yang mereka miliki tidak pernah habis.

Banyak pengusaha sukses mengalokasikan 10 hingga 20 persen penghasilannya untuk kegiatan sosial atau sedekah. Allah telah menjanjikan balasan langsung dan keberkahan bagi orang yang mengeluarkan sedekah. Selain itu, sedekah juga membuka jalan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan memudahkan urusan di dunia. Orang yang rajin bersedekah biasanya menemukan banyak keajaiban seperti terhindar dari kecelakaan dan sebagainya. Di samping itu, Allah juga menjanjikan bahwa orang yang bersedekah tidak akan Allah biarkan menjadi miskin. Selalu ada cara Allah untuk menjaga hambanya yang gemar bersedekah dan membantu orang lain.

Anda dapat menyalurkan sedekah atas penghasilan bisnis anda dengan berdonasi melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT). ACT merupakan lembaga kemanusiaan yang secara aktif melaksanakan kegiatan kemanusiaan di seluruh dunia. Di samping itu, ACT juga memfasilitasi masyarakat yang ingin menyalurkan donasi kemanusiaannya. Berdonasi melalui ACT merupakan salah satu upaya mengulurkan tangan kepada sesama manusia yang membutuhkan bantuan. Donasi yang diberikan melalui ACT nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang berada di seluruh dunia yang tengah mengalami tragedi kemanusiaan baik berupa bencana alam, kelaparan dan kekeringan, konflik dan peperangan, ataupun penindasan terhadap kelompok minoritas yang berlangsung di berbagai negara.

ACT secara aktif telah melaksanakan kegiatan kemanusiaannya baik di dalam maupun di luar negeri. Dibantu oleh relawan ACT yang tersebar di berbagai tempat, aksi kemanusiaan ACT telah menjangkau hingga 30 provinsi dan 100 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Selain itu, ACT juga telah melaksanakan aksi kemanusiaan ke 22 negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Indocina, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa Timur.

Dengan berdonasi melalui ACT, anda dapat memperluas nilai manfaat harta anda. Selain itu, anda juga telah secara aktif menjadi bagian dari aksi kemanusiaan global yang bertujuan untuk mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik.

Selain itu juga, kita bisa membantu saudara kita yang tertimpa musibah di afrika yang mengalami kelaparan. Dengan adanya kapal bantuan kemanusiaan yang dibuat oleh yayasan Aksi Cepat Tanggap. Kita bisa saling tolong menolong antar sesama manusia.

Diprediksi Mati, Allah swt. Menyelamatkannya Dengan Sedekah | Cerita Islami

       Syekh ‘Abdul Hadi Imam Masjid Jami’ur Ridhwan di Haleb, Syiria, pernah bercerita, “Di awal pernikahanku, Allah menganugerahkan kepadaku anak yang pertama. Kami sangat bergembira dengan anugerah ini. Akan tetapi, Allah swt. berkehendak menimpakan penyakit yang keras pada anakku. Pengobatan seakan tak berdaya untuk menyembuhkannya, keadannya semakin memburuk, dan keadaan kami pun menjadi buruk karena sangat bersedih memikirkan keadaan buah hati kami.
       Perasaan buruk itu menyeruak didalam hati, kami merasa tak berdaya memberikan pengobatan bagi anak kami. Kesehatan memang merupakan perintah dan ketentuan Allah swt. namun kita harus mengambil langkah langkah pengobatan dan tidak meninggalkan kesempatan atau sarana apa pun untuk mengobati suatu penyakit.
      Seorang yang baik menyarankan kami pergi ke seorang dokter yang berpengalaman dan terkenal. Anakku mengeluhkan demam yang sangat tinggi dan dokter itu berkata kepada kami, “Apabila panas anak anda tidak turun malam ini, ia akan meninggal esok hari.” Aku pulang bersama anakku dengan kegelisahan yang memuncak. Sakit menyerang hatiku hingga kelopak mataku tak mampu terpejam tidur. Aku pun mengerjakan salat, lalu keluar meninggalkan istriku yang menangis sedih di dekat anakku.
         Aku menyusuri jalanan, tidak tahu apa yang harus aku perbuat untuk anakku. Tiba tiba aku teringat dengan sedekah dan ingat dengan hadis Rasulullah saw., “Obatilah orang sakit diantara kalian dengan sedekah.” Namun, siapa yang akan aku temui di waktu malam seperti ini. Aku bisa saja mengetuk pintu seseorang dan bersedekah kepadanya, tapi apa yang akan ia akan katakan jika aku melakukan hal itu?
       Tiba tiba ada seekor kucing lapar yang mengeong di kegelepan malam. Aku menjadi ingat dengan sabda Rasulullah saw.ketika ditanya oleh seorang sahabat, “Apakah berbuat baik kepada binatang bagi kami ada pahalanya?” Beliau menjawab, “Didalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya.”(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). Aku segera masuk ke rumahku, mengambil sepotong daging dan memberi makan kucing itu.
         Aku menutup pintu belakang rumahku, dan mendengar suara istriku bertanya, “Apakah engkau bisa kembali secepatnya?” Aku bergegas menuju ke arahnya dan mendapat wajah istriku menyiratkan kegembiraan.
         Ia berkata “Sesudah engkau pergi, aku tertidur sebentar, masih dalam keadaan duduk. Aku bermimpi melihat diriku mendekap anakku. Tiba tiba seekor burung hitam besar dari langit terbang hendak menyambar anak kita, mengambilnya dariku. Aku sangat ketakutan, tidak tahu apa yang harus aku perbuat. Tiba tiba muncul seekor kucing yang menyerang burung itu dan keduanya pun saling bertempur. Aku tidak mengira kucing itu lebih kuat dari pada burung itu, karena si burung badannya gemuk. Namun akhirnya, burung elang itu pun pergi menjauh, dan aku terbangun mendengar suaramu ketika datang tadi.”
        Syekh ‘Abdul Hari berkata, “Aku tersenyum dan merasa gembira dengan kebaikan ini.” Melihat aku tersenyum, istriku menatap ke arahku dengan terheran heran. Aku berkata kepadanya, “Semoga semuanya menjadi baik.”
             Kami bergegas mendekati anak kami, kami tak tahu siapa yang sampai terlebih dulu, penyakir demam itu sirna dan sang anak mulai membuka matanya. Dan pagi hari berikutnya, sang anak telah bermain main bersama anak anak yang lain di desa ini, alhamdulillah.
     Sesudah Syekh menyebutkan kisah menakjubkan ini, anak tadi yang telah menjadi pemuda berumur 17 tahun, serta telah sempurna menghafalkan Al-Qur’an dan menekuni ilmu syarak, menyampaikan nasihat yang mendalam kepada kaum muslimin di masjid orang tuanya, Masjid Ar-Ridhwan di Haleb, disalah satu malam dari sepuluh hari terakhir di bulan ramadan yang penuh berkah.

Khalifah Abu Bakar Menjadi Pelayan Nenek Buta | Cerita Islami

           
           Suatu hari, Umar bin khattab mengamati Abu Bakar As-Sidiq di waktu fajar. Sesuatu telah menarik perhatian ukar. Saat itu, Abu Bakar ke pinggiran kota Madinah setelah salat Subuh. Abu Bakar mendatangi sebuah gubuk kecil untuk beberapa saat, lalu pulang kembali kerumahnya. Umar tidak mengetahui apa yang ada di dalam gubuk itu dan apa yang dilakukan oleh Abu Bakar di sana. Umar mengetahui seluruh kebaikan yang dilakukan oleh Abu Bakar, kecuali tentang gubuk itu.
           
           Hari hari terus bejalan. Abu Bakar As-Sidiq tetap mengunjungi gubuk kecil itu dan ukar tetap belum mengetahui apa yang dilakukan oleh Abu Bakar di sana. Akhirnya, Umar memutuskan masuk ke dalam gubuk itu sesaat setelah Abu Bakar meninggalkannya. Umar ingin melihat apa yang ada didalam gubuk itu dengan matanya sendiri. Dia ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh sahabarnya di situ.
          Ketika Umar masuk kedalam gubuk kecil itu, ia mendapatkan seorang nenek tua yang lemah yang tidak bisa bergerak lagi dan buta kedua matanya. Tidak ada sesuatu pun di dalam gubuk kecil itu. Umar tercengang melihat hal tersebut dan ingin mengetahui hubungan antara nenek tua itu dan Abu Bakar.
          Umar bertanya, “Apa yang dilakukan laki-laki itu (Abu Bakar) disini?”
          Nenek tua itu menjawab, “Demi Allah swt., aku tidak mengenalnya, wahai anakku. Setiap pagi dia dayang, membersihkan rumahku ini dan menyapunya. Dia menyiapkan makan untukku.
kemudian dia pergi tanpa berbicara apa pun denganku.”
         
            Umar bersimpuh, kedua matanya basah oleh air mata. Kemudian ia mengucapkan kalimat yang mahsyur, “Wahai Abu Bakar, sungguh engkau telah membuat lelah para khalifah sesudahmu.” Maksudnya, khalifah berikutnya harus bekerja keras agar mampu menandingi kualitas kekhalifahan Abu Bakar.

Sekian cerita islami semoga bermanfaat !