Cara Ternak Lele Bioflok dengan Hasil Maksimal

Ternak lele bioflok adalah teknik budidaya lele dengan memaksimalkan padat tebar dalam kolam terbatas. Saat pandemi, ternak lele bioflok jadi pilihan karena mudah dilakukan di lahan padat. Apalagi dengan dukungan aplikasi kredit untuk modal usaha, membuat siapapun bisa melakukan budidaya sesuai dengan passionnya.

Ternak lele bioflok ini memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri, mikroalga, dan mikroorganisme lainnya untuk meningkatkan kualitas air sebagai media pemeliharaan. 

Mikroorganisme tersebut akan menguraikan feses atau kotoran lele, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan. Mengingat salah satu kendala yang dikeluhkan oleh pembudidaya adalah harga pakan yang cenderung mahal, dengan sistem bioflok bisa lebih hemat pakan dan menguntungkan. 

Pasalnya, dapat menekan jumlah pakan hingga 50 persen. Buat kamu yang ingin mendapatkan hasil maksimal, bisa mengikuti 5 cara ternak lele dengan sistem bioflok berikut ini!

1. Persiapan dan Pembuatan Kolam

Bentuk kolam bermacam-macam, mulai dari persegi, persegi panjang dan bundar. Untuk ternak lele bioflok, sebaiknya kamu menggunakan bentuk kolam bundar.

Karena, lele dapat berenang memutar mengelilingi kolam tanpa ujung, sehingga mudah menemukan makanan. Selain itu, penyebaran oksigen juga lebih merata.

Bahan pembuatan kolam juga berbeda-beda, ada tanah, fiber, semen, dan terpal. Gunakan kolam terpal untuk ternak lele bioflok, karena selain murah, juga mudah dibongkar pasang sesuai kebutuhan.

Tidak perlu terlalu besar, misalnya saja ukuran kolam dengan tinggi sekitar 110 cm dan diameter 300 cm. Jangan lupa untuk memasang saluran pembuangan di bagian tengah kolam menggunakan pipa. Pastikan juga kolam yang kamu buat tidak bocor.

Modal pembuatan kolam diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp1 hingga Rp1,5 jutaan. Untuk modal awal ini bisa memanfaatkan layanan aplikasi Kredit dari Kredivo yang memberikan kemudahan untuk kebutuhan usaha sekalipun.

Persyaratannya juga sangat mudah. Dengan kemampuan finansial minimal memiliki penghasilan tetap sebesar Rp3 juta, kamu sudah bisa mendapatkan potensi limit pinjaman sampai dengan Rp30 juta. Semakin tinggi skor kredit, semakin tinggi juga peluang mendapatkan limit yang lebih besar.

Bunga pinjaman juga sangat kompetitif bahkan boleh dibilang lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan sejenis. Kredivo memberikan informasi yang transparan soal bunga cicilan 2,6% per bulan serta potongan biaya admin 6% dari total pinjaman. 

2. Persiapan Air

Setelah kolam sudah siap, isikan air, jika ketinggian kolam 110 cm, paling tidak kedalaman airnya mencapai 90 sampai 100 cm. Agar air jernih dan steril, tambahkan kaporit, diamkan selama kurang lebih 3 hari dan nyalakan aerator 3×24 jam non stop.

3 hari berlalu, masukkan garam krosok yang berfungsi untuk menstabilkan ph air dan menghilangkan penyakit, seperti jamur dan parasit. Setelah itu, masukkan pupuk organik atau pupuk kandang, probiotik dan molase sebagai sumber energi bakteri pengurainya.

Diamkan lagi selama kurang lebih 7 sampai 10 hari, agar flok (gumpalan) dapat terbentuk secara sempurna. Flok atau gumpalan inilah yang nantinya akan menjadi sumber pakan alami bagi lele. Ciri air yang sudah siap digunakan berwarna coklat keruh.

3. Pemilihan dan Penebaran Benih

Agar pertumbuhan lele maksimal, pilih benih berkualitas, ukuran seragam, lincah, dan tidak cacat. Ada baiknya gunakan benih lele ukuran 7 sampai 9 cm, karena lebih tahan terhadap kondisi lingkungan.

Sebelum benih lele ditebar, aklimatisasi atau lakukan penyesuaian suhu ikan dengan suhu air terlebih dahulu. Caranya dengan memasukkan wadah (plastik atau ember) berisikan benih lele ke dalam kolam kurang lebih 5 sampai 10 menit. 

Barulah tebar benih secara perlahan. Lakukan saat pagi hari agar benih lele tidak stres.

4. Manajemen Pakan

Pakan yang diberikan, adalah pakan hasil fermentasi. Cara membuatnya mudah, campurkan pakan dengan probiotik sebanyak 25 % dari berat pakan dan tambahkan air secukupnya.  Campurkan secara merata dan masukkan ke dalam wadah lalu tutup rapat, setelah 48 jam pakan siap digunakan.

Pemberian pakan 2 kali sehari pagi dan sore sebanyak 3 sampai 6 % dari biomassa (total berat ikan dalam 1 kolam). Setiap seminggu sekali lele dipuasakan dan pakan dapat dikurangi 30 % setelah flok (gumpalan) sudah banyak.

5. Proses Penyortiran

Setiap 3 minggu sekali, lele harus disortir atau dipilih berdasarkan ukuran besar kecilnya. Karena pertumbuhan lele tidak seragam akibat persaingan makanan, maka perlu disortir untuk menekan kanibalisme atau lele berukuran besar memakan lele berukuran kecil.

Setelah itu pisahkan menjadi 2 sampai 3 kolam. Dengan begitu, pertumbuhan lele bisa lebih maksimal.

Demikianlah 5 cara ternak lele bioflok agar mendapatkan hasil panen yang maksimal. Jika cara-cara tersebut dilakukan dengan benar, kamu bisa panen setelah 2 bulan pemeliharaan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *