Seperti Inilah Beberapa Pembahasan Pada Acara IMS 2020

Kamu Maniak Gim? Gabung Saja Jadi Atlet E-Sport di RRQ

Untuk memberikan inspirasi bagi kalangan millennial di Indonesia, IDN Media pun mengadakan Indonesia Millennial Summit 2020 di gedung The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan yang berlangsung pada tanggal 17 – 18 Januari. Acara IMS 2020 ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting mulai dari pejabat, artis, atlet, dan masih banyak lagi.

Selain itu, acara IMS 2020 tersebut juga menghadirkan pembicara kompeten di berbagai bidang seperti politik, ekonomi, bisnis, olaharaga, budaya, lintas agama, sosial, hingga kepemimpinan millennial. Nah, untuk mengetahui tentang pembahasan pada ajang IMS 2020, mari sama-sama kita simak saja langsung ulasan dibawah ini.

IMS 2020: Cerita Rajawali Yang Kesulitan Mendapatkan Sponsor Untuk Prambanan Jazz

Menyelenggarakan sebuah event yang besar itu bukanlah hal yang mudah, dan membutuhkan usaha maksimal serta dukungan agar sebuah acara bisa berjalan dengan lancar dan sesuai. Rajawali Indonesia selaku Promotor dan event consultant, sempat merasakan betapa sulitnya mencari faktor pendukung acara seperti sponsor di tahun pertama dan tahun kedua. Hal tersebut juga dirasakan oleh salah satu pengalamannya ketika akan menggelar acara musik Prambanan Jazz, yang akan diadakan di kota Yogya.

“Prambanan Jazz punya kendala di masalah jarak, seperti sponsor. Saat tahu lokasi di Yogyakarta, ada sponsor yang bilang kalau nasabahnya di Jakarta dan gak ada di Yogyakarta. Memang susah di tahun pertama dan kedua cari sponsor,” ungkap Anas Syahrul Alimi selaku CEO Rajawali ketika menjadi pembicara di ajang Indonesia Millennial Summit 2020, yang diselenggarakan pada hari Sabtu (18/1) di gedung The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Kendati demikian, Anas membuktikan kepada pihak sponsor bahwa penonton di Prambanan Jazz mayoritasnya bukan dari Yogyakarta, melainkan dari kota Jakarta. Hal itu pun terbukti, yang berdasarkan data darinya sehingga membuat Prambanan Jazz mulai banyak dilirik oleh para sponsor. “Begitu kita kasih data, ternyata 70 persen penonton Prambanan Jazz bukan berasal dari Yogyakarta tapi dari Jakarta, baru di situ sponsor sudah mulai melihat,” tambah Anas.

IMS 2020: Dyland Pros, Dari Anak Warnet Yang Kini Menjadi Sultan

Gaming Content Creator Dyland Pros pun membeberkan beberapa alasan, mengapa ia sering membuat konten top up voucher game. Hal itu diungkapkan langsung oleh Dyland, ketika menjadi pembicara di panggung Talent Trifecta yang bertemakan “Rise of Indonesian E-Sport Industry”, di Gedung The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

“Saya dulu main gim gak punya uang. Terus neglihat sebelah saya (waktu main di warnet), banyak banget duitnya. Beli cash (voucher game) banyak, chart-nya bagus,” kata Dyland pada sesi acara Indonesia Millennial Summit, Sabtu (18/1). “Sedangkan saya pro player, mau isi cash aja gak bisa, harus gak makan dulu. Pas sudah ada, saya mewujudkan cita-cita saya di masa kecil yang gak bisa beli cash (voucher game) di saat itu. Ketika sudah ada, Alhamdulillah saya bisa beli,” tambah Dyland yang menceritakan masa lalunya.

Mantan anak warnet yang dulunya kerap menghabiskan uang orangtuanya itu, kini sering disebut ‘Sultan’ oleh para followers maupun subscribernya di Youtube. Ya, terang saja demikian, sebab Dyland yang sekarang sering membuat konten Youtube mengenai pembelian voucher game hingga puluhan juta rupiah lho.

Nah, bagi kamu-kamu yang ingin tahu tentang perkembangan acara IMS 2020, silahkan kunjungi situs IDN Times sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *